Contact Form

 

Makhluk Abadi

Makhluk Abadi


Masa hidup kucing antara 8-15 tahun, sementara umur rata-rata manusia adalah 65 tahun. Jadi Bagi kucing, manusia adalah "makhluk abadi."

Ketika si kucing baru dilahirkan dengan susah payah, "makhluk abadi" itu membantu proses kelahirannya. "Makhluk Abadi" itu juga membantu menghangatkan dan membersihkan bayi kucing itu.

Makhluk Abadi" itu memberi makan si bayi kucing kecil dan ibunya, sembari bayi kucing itu bermanja-manja dengan ibunya, "Makhluk Abadi" itu tersenyum-senyum sendiri melihat dua ekor ibu dan anak itu.

"Makhluk Abadi" itu menemani si kucing kecil bermain ketika ibunya yang sudah tua mulai capek dan tidur. "Makhluk Abadi" itu selalu membersihkan si kucing kecil walaupun rasanya tidak enak bagi si kucing.

Kucing itu sudah remaja. Tapi "Makhluk Abadi" itu masih terlihat sama. Dia tetap memberikan makanan, menemani bermain, dan memberikan sebagian tubuhnya untuk dijadikan alas tempat tidur si kucing remaja. Sementara si ibu kucing sudah tua dan semakin sakit-sakitan. Kucing itu sekarang sudah dewasa. Kucing itu sedang sedih. Ibunya sudah tidak hangat lagi, tidak bernapas, dan tidak bergerak. "Makhluk Abadi" itu juga ada di sana. Ada air keluar dari matanya, wajahnya terlihat sangat bersedih. Memeluk si kucing dewasa yang baru kehilangan ibunya

"Makhluk Abadi" itu membawa tubuh si ibu kucing pergi. Sebagai anaknya, kucing yang kini sudah dewasa itu meronta meminta tubuh ibunya dikembalikan, siapa tahu ia bergerak lagi. Tapi "Makhluk Abadi" itu tetap membawanya.

Kucing dewasa yang baru kehilangan ibunya itupun sedih. Dan dia menyadari kalau ibunya pergi selamanya karena sudah umurnya, tapi "Makhluk Abadi" itu tetap terlihat sama saja bahkan hampir tidak berubah.

Kucing itu sekarang punya anaknya sendiri! Hamil itu rasanya berat! Tubuhnya tidak sekuat waktu masih muda dulu! Sementara itu "Makhluk Abadi" yang merawatnya masih tidak juga berubah. Tubuhnya hanya terlihat lebih besar sedikit. Dia berpikir enak ya kalau tidak menua...

Kucing itu sekarang menjadi ibu kucing. Dia bahagia melihat anak-anaknya lahir selamat berkat bantuan "Makhluk Abadi" yang selama ini selalu bersamanya. Dan dia berharap "Makhluk Abadi" ini benar-benar "Abadi" sehingga dia tak perlu khawatir akan masa depan anak-anaknya

Kucing itu sudah tua sekarang, anak-anaknya pun sudah dewasa. Tapi "Makhluk Abadi" itu tetap tidak berubah. Kadang-kadang dia mengajak si kucing tua main dengan mainan lamanya. "Duh, kamu ini masa nyuruh nenek2 main begituan? Hahaha"

Kucing tua itu sudah tidaklah kuat lagi. Dia merasa sekarang sudah waktunya. "Makhluk Abadi" itu menatapnya dengan wajah persis seperti wajah yang dia pasang waktu ibunya menjadi dingin dulu... Kucing tua itu berterima kasih pada "Makhluk Abadi" itu karena sudah menjaga dan melindungi ibunya dan dia, dan berharap "Makhluk Abadi" itu mau melakukan hal yang sama untuk anak-anaknya, dia menatap si "Makhluk Abadi" itu sekali lagi... Ah, kamu satu-satunya yang tidak berubah.

Kucing tua itu mulai mendingin, napasnya sudah hampir berhenti, matanya tak bisa terbuka lagi. Dia pergi dengan kebahagiaan bertemu sesosok makhluk yang akan tetap sama, dan tetap ada, untuk dia dan keturunannya....

Sementara itu, sang "Makhluk Abadi" meratapi sudah berapa banyak kucing-kucing yang pergi meninggalkannya....


Location:

Bandar Sri Damansara, Kuala Lumpur, Federal Territory of Kuala Lumpur, Malaysia

view large map

Total comment

Author

Mohd Zaimie

0   comments

Cancel Reply